Martabak Brownies
Minggu, Maret 20, 2016 |
Label:
cemilan
Assalamualaikum
Hari ini aku buat martabak gara gara kecewa saat beli martabak kemaren malam. Gimana gak kecewa.... waktu lihat tampilan martabaknya yakin banget bakal enak. Martabaknya berwarna hijau...dengan sarang yang menggoda. Saat mataku tertuju ke etalase si pedagang aku membayangkan martabak dengan aroma pandan atau green tea. Karena aku pecinta warna hijau, suka pandan dan green tea tanpa pikir panjang langsung pesan 2 loyang.
Walau tidak seperti pedagang martabak yang biasanya aku temui yaitu mereka membuat mertabak sesaat setelah kita pesan. Tapi yang aku beli ini martabaknya sudah tersusun di etalase.
Meski sedikit ragu, kubuang prasangka buruk itu jauh jauh.
Tapi kecurigaan kembali menghampiri saat aku membayar... satu martabak cuma dihargai 6 rb perak. Murah banget ya... biasanya aku beli martabak dengan varian yang sama bisa 12 atau 14 ribu.
Sampai dirumah aku cicipi, martabaknya manis, tapi seperti menggunakan pemanis buatan dan tekstur martabak juga kenyal, aroma pandan atau green tea tak ada sama sekali. Trus warna hijau dari apa donk???? Entahlah... entahlah.. ngeri jika membayangkannya....^_^
Maka malam itu, berakhirlah nasib 2 loyang martabak cantik di tong sampah.
Mengobati rasa kecewa kerena tak jadi makan martabak tadi malam, pagi pagi usai bersih bersih rumah aku langsung dapur. Sebenarnya untuk membuat beberapa loyang martabak tidaklah sulit. Cuma kadang kadang penyakit malas selalu menghampiri. Kena rayuan, beli lennn... beli.... gak mahal kok.... (disitulah aku selalu nyerah)
Resep martabak ini aku dapat dari sebulan yang lalu dari blog cantik milik ummu Fatimah
Karena aku tidak punya loyang martabak, maka aku menggunakan teflon untuk memasak martabak brownies ini. Gak usah khawatir.... hasil tetap bisa bersarang dan gak gosong, asal teflon benar panas saat adonan martabak dituang. Setelah itu gunakan api kecil hingga martabak matang.
Martabak brownies
Bahan
350 gr tepung terigu
75 gr gula pasir
3 butir telur
400 ml santan/ susu cair (aku pake susu uht)
100 gr margarin
70 gr dark cooking coklat potong2.
1,5 sdt ragi instant
Sedikit garam
Margarin untuk olesan
Gula pasir / susu kental manis untuk taburan
Topping :
Keju, meises, dcc, orea, waffer (sesuai selera)
Caranya:
1. Lelehkan margarin. Masukan dark cooking coklat. Matikan api. Aduk dcc hingga meleleh.
2. Campur tepung terigu, gula, garam, telur, ragi instant dan susu uht ke dalam wadah. Kocok dengan wish hingga rata. Masukan dcc. Aduk kembali hingga tercampur rata. Diamkan hingga 30 menit.
3. Panaskan teflon. Jika sudah panas, tuang adonan ke dalam teflon. Teflon tidak perlu diples margarin/minyak.
4. Jika sudah muncul lobang lobang dan pinggirnya mulai kering tabur gula pasir. Kemuadian tutup teflon.
5. Setelah matang, ciri cirinya permukaan atas kering (tidak basah atau lengket) angkat martabak dan letakan di talenan atau poring datar.
6. Bagi 2 martabak (jika ingin martabak di tumpuk) oles margarin cepat cepat.
7. Oles susu kental manis dan taburi keju parut / sesuai selera. Tumpuk.
8. Potong potong dan sajikan.
Selamat mencoba...semoga bermanfaat.
Wassalam
Pempek Dos
Kamis, Maret 17, 2016 |
Label:
Pempek
Assalamualaikum
Hari ini aku posting hasil masak anak gadis semata wayangku. Yap.. tanpa terasa gadis cilikku sekarang sudah mahir menggunakan alat alat di dapur. Perasaan baru kemaren masih main alek alean di teras rumah.. eh sekarang sudah kelas 2 SMA, sudah bisa masak beneran ^_^
Ceritanya... sudah 3 hari ini kak Lala libur karena kelasnya dipake anak kelas kelas 12 UAS. Hari pertama dan kedua dia enteng... belajar dikamar, sesekali baca buku di ruang tamu. Jika adiknya pulang sekolah, mereka main PS berdua.
Tapi kamaren.... bosan katanya.
"Buk...aku pengen masak pempek.."
Gak ada stok ikan kak...ibu sudah beberapa hari ini gak kepasar.
Memang aku beberapa hari ini males kepasar. Galau lihat harga barang yang kompakan naik semua. Mending manfaatkan yang ada dirumah dulu. Tahan tahan selera beli ini dan itu. Lagian mikir...masih pertengahan bulan..
Lho..lho... kok jadi curhat ya *tutup muka*
Karena kak Lala ngebet ingin buat pempek, aku saranin buat pempek dos tanpa ikan. Sigadis pun setuju... makan kuserahkanlah buku primbon yang selama ini jadi andalanku ke kak Lala. Aku tinggal nonton drakor dikamar. Sesekali Kak Lala menghampiri, tanya ini dan itu. Lebih kurang 2 jam dia kembali menghampiri dengan sepiring pempek mentah yang katanya didalam diisinya telur.
Kaget akuuu... tak disangka berhasil juga dia menaklukan pempek, mana bentuknya rapi lagi... tapi ada satu yang gak enakkk... aku diminta merebus pempek dan buatin cukonya.... "capek" katanya
Walau sedikit kecewa, karena drakorku belum tuntas, tapi aku tetap tersenyum.
Untuk pemula lumayanlah.....
Dengan demikian tugasku melanjutkan pekerjaan kak Lala hingga pempek siap di konsumsi se isi rumah, plussss....beres beres dapur yang hampir menyerupai kapal pecah. Tepung bertebaran dimana mana. Panci dan mangkok banyak banget yang kotor.
Aku kapok???? Gak. Kalo aku marah dan ngomel, kapan lagi gadis kecilku bisa masak.
Pempek Dos
Resep by : Ny Liem
Bahan:
250 ml air
2 sdt garam
1 1/2 sdt Royco rasa ayam
125 gr tepung terigu
2 btr telur
200 gr tepung sagu tani/kanji/tapioka
Caranya:
1. Air, garam,kaldud dimasak hingga mendidih. Kecilkan api, masukan terigu. Aduk cepat sampai tercampur. Angkat.
2. Masukan adonan hangat ke dalam wadah. Masukan telur. Aduk sampai rata. Masukan sagu tani. Aduk sampai kalis.
Tabur sagu dipiring dan wadah untuk pempek. Tabur juga ditelapak tangan. Mulailah membuat adonan.
3. Rebus sampai mengapung. Beri air rebusan minyak goreng agar adonan tidak lengket.
Untuk cuko pempek sudah pernah aku share sebelumnya disini
Selamat mencoba. Semoga bermanfaat
Wassalam
Banana Paff
Assalamualaikum.....
Bismilahirohmanirohim
Apa kabar sahabat.... kemaren kita bangsa Indonesia mendapat kesempatan melihat gerhana matahari total. Kejadian yang langka yang hanya bisa disaksikan 33 tahun sekali. Meski di daerah gerhananya tidak total hanya 89 % tapi di daerah tempat tinggalku menyambutnya dengan suka cita. Pagi pagi anak anak sudah heboh dijalan. Mereka sudah tak sabar ingin melihat gerhana. Bahkan ada yang sudah nenteng nenteng kaca mata khusus karena memang dilarang melihat ke gerhana secara langsung.
Pagi kemaren cuaca sangat cerah di tempatku. Aku, suami dan anak anak juga ikutan melihat kelangit. Tapi yang kulihat matahari seperti bulan sabit pada jam 7.15 pagi. Melihat auforia ditipi...ingin pergi ke tempat yang ada GMTnya...
Sebenarnya sudah jauh jauh hari rayu suami, ngajak ke Palembang lihat Gerhana matahari total tapi rayuannya gak mumpan karena memang akhir akhir ini suami sibuk dengan pekerjaan, meski saat GMT adalah hari libur nyepi. (Selamat nyepi bagi sahabat yang merayakan)
Maksud aku membuat Banana puff ini juga berhubungan dengan cerita aku diatas.
Karena hari ini anak anak dan suami libur sedangakn aku sudah janji dengan beberapa orang temanku untuk mengajarkan cara membuar pizza. Agar suami dan anak anak gak complain aku pergi, sebelum berangkat aku buatkan mereka cemilan.... sogokan tutup mulut ha..ha...
Kentang Goreng Ala KFC
Assalamualaikum...
Siapa yang gak kenal dengan kenyang goreng yang satu ini. Dimakan sambil di cocol saos lebih nikmat. Apa lagi kalo anak anak.... satu cup kecil kurang. Anakku kalo dibawa makan ke resto wira laba, selain milih ayam pasti pesan kentang goreng juga. Dulu pernah mikir... gimana caranya agar kentang bisa garing tidak melempem seperti yang disajikan di resto tersebut. Seringnya kalo aku buat kentang goreng, garingnya pas selagi panas. Kalo sudah dingin...lenyot deh...
Alhamdulilah beberapa bulan yang lalu ada teman di grup langsung enak yang share resep kentang goreng. Aku cobain...ternyata hasilnya gak jauh beda. Ala ala banget....
Sejak itu aku rajin buat cemilan satu ini. Sekali buat bisa 3 kg kentang. Hasilnya aku bagi 4. Masukin dalam plastik dan simpan di freezer. Jika anak anak ingin ngemil tinggal aku keluarkan dan goreng sebentar.
Kentang yang digunakan juga kentang lokal, yang harganya terjangkau.
Nah...kapan lagi nyenangin anak anak tanpa morotin kantong emaknya...he..he...
Kentang goreng
Resep : Ratna ratih LE
Bahan:
1/2 kg kentang ukuran sedang. Kupas kulit lalu potong potong memanjang. Cuci bersih lalu tiriskan.
Air untuk merebus kentang sampai kentang terendam semua
Air dingin/ air es
50 gr tepung maizena
Minyak goreng secukupnya
Bumbu kentang
3 siung bawang putih
1 sdt garam
Caranya:
1. Rebus air, masukan garam dan bawang putih.
2. Setelah mendidih masukan kentang. Rebus sebentar. Kira kira 5 menit atau hingga 1/4 matang.
3. Angkat kentang. Tiriskan. Langsung masukan ke dalam air es. Biarkan selama 5 menit. Tiriskan.
4. Gulirkan kentang diatas tepung maizena. Diamkan. Tepung maizena akan menyerap air di dalam kentang.
5. Goreng kentang 1/2 matang dengan minyak banyak. Angkat. Tiriskan. Kemudian diamkan dalam suhu normal. Simpan dalam freezer.
6. Jika ingin disajikan keluarkan dari freezer. Diamkan beberapa saat dan goreng hingga kuning kecoklatan.
Selamat mencoba. Semoga bermanfaat
Wassalam.
Cake Pandan
Sabtu, Februari 27, 2016 |
Label:
cake
Assalamualaikum...
Tetangga di sebelah rumah hampir selesai merenovasi rumah mereka. Banyak kayu sisa bongkaran rumah numpuk, bahkan sebagian sudah mulai dibakar sama tukang yang kerja. Iseng aku samperin ke sana. Cerita sama yang punya rumah, juga pak tukang. Katanya kayu kayu itu semua mau dibakar, tapi diansur takut kalo apinya besar nanti mengganggu tetangga.
Olaaahhh.... sayang banget. Aku perhatikan ada kayu sisa pintu dan beberapa papan yang sedikit keropos dengan ulir kayu menonjol ke luar. Momen inilah yang beberapa bulan ini aku tunggu. Pengen bangen punya papan tua yang sedikit keropos untuk alas saat aku moto makanan buatanku. Mupeng lihat foto teman teman di beberapa blog dengan latar belakang kayu tua. Menurut aku sexi banget fotonya he..he..
Singkat cerita...atas izin yang punya rumah dan pak tukang, aku berhasil membawa pulang beberapa kayu yang aku inginkan.
Dan tadi pagi, dibantu suami aku mulai membersihkan kayu sisa tersebut. Setelah dikeringkan rencananya akan aku cat. Dan kayu yang mulai keropos akan aku vernis agar ulir kayunya tetap terlihat.
Disaat aku dan suami bekerja berdua tadi. Suami berucap "nanti ayah ganti lensa camera ibu. Biar hasil fotonya lebih bagus lagi"
Hah... aku pandang suami. Rasa bermimpi. (Cubit2 pipi sendiri) gimana tidak...beliau selama ini sepertinya cuek dengan hobiku. Dan yang lebih parah lagi beliau ini orang yang susuh kalo difoto. Jika kita pergi sekeluarga setiap moment foto "biar ayah yang foto" ucapnya. Padahal hasil fotonya kalo boleh jujur... gak ada bagusnya sama sekali ^_^ (saat ini lupakan....)
Yang bikin aku jingkrak jingkarak... suamiku ini kalo janji pasti ditepati. Dan diapun hapal... kalo berjanji sama aku, sebelum dipenuhi aku nagih terus.
Ahhh.... semoga secepatnya...amin...
Nah... apa hubungannya dengan cake pandan Len....??
Begini... sebagai ucapan rasa terima kasih dan untuk memperlihatkan rasa gembira aku. Aku buatkan suami cake pandan. Untuk ngeteh beliau usai ngecat papan hasil 'mulung' aku. Mau buat yang lain gak sempat. Stok di dapur terbatas karena aku belum belanja bulanan.
Cake Pandan
Resep : Yongki Gunawan
Bahan:
25 daun suji + 4 lembar daun pandan + 50 ml air (aku skip daun suji)
125 ml santan dari 1/2 butir kelapa (aku paku santan instant)
50 gr margarin, lelehkan
6 butir telur
225 gr gula pasir
1 sdt cake emulsifier
250 gr tepung terigu
1 sdt baking powder
1/2 sdt baking soda (aku gak pake)
50 gr kenari cincang (aku ganti sukade)
Caranya:
1. Blender suji, pandan dan air. Saring
2. Masukan air perasan air suji ke dan santan. Aduk rata. Campur margarin leleh. Aduk kembali hingga rata.
3. Kocok telur, gula dan cake emulsifier hingga mengembang dan pucat (putih) sisihkan.
4. Campur tepung terigu, baking powder, baking soda hingga rata. Masukan sebagian ke dalam adonan telur. Sedikit demi sedikit bergantian dengan santan. Aduk rata. Masukan kenari cincang (aku sukade) aduk perlahan. (Jika ingin sukada tidak terbenam di dasar adonan. Balur sukade dengan tepung. Aku sengaja menumpung sukade di dasar adonan. Agar Eira gampang memakan cake ini. Karena dia tidak suka sukade.)
5. Tuang adonan keloyang yang telah diolesi margarin.
6. Oven pada suhu 180℃ selama 60 menit. Atau hingga cake matang.
7. Angkat. Potong sajikan
Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Wassalam
Bubur Pulut Hitam
Kamis, Februari 25, 2016 |
Label:
Ketan Hitam
Assalamualaikum....
Lupa sudah berapa lama tidak membuat makanan yang satu ini. Saat aku kecil dulu mamaku suka membuat bubur ini untuk sarapan kami sebelum berangkat kesekolah. Aku masih ingat kala itu pagi pagi mama memarut kelapa untuk dijadikan kuah santan, hanya memakai parutan tradisional. Parutanya seperti leher bebek yang dibelakang ada bangku buat diduduki saat kita memarut kelapa. Kebayang betapa susahnya memarut kelapa kala itu. Ditambah lagi keterbatasan peralatan yang dimiliki mama. Kalo ingin membuat pecal, mama menggunakan lesung untuk menghancurkan kacang dan bumbunya. Kata mama...lebih enak begitu, lebih harum jadinya. Salut banget sama mama... keterbatasan alat tak membuat semangatnya surut untuk memberi yang terbaik bagi kami anak anaknya.
Adek Wira sudah dua hari belakangan ini request bubur pulut hitam untuk sarapan pagi. Tapi baru ketemu pulut hitam yang bagus kemaren sore di super market dekat les anak anak. Di warung dekat rumah ada sih jual pulut hitam tapi pulutnya sudah lama sepertinya. Sudah mulai berserbuk dan berkutu. Pecinta pulut hitam harus hati hati dalam membeli pulut karena kutu kecil yang ada di dalam pulut kadang bisa luput dari pandangan jika kita tidak benar benar memperhatikannya.
Pulut sudah didapat, saat kita memasak.... yuk kedapur...
Bubur pulut hitam
Resep by :Lenny
Bahan rebusan pulut
500 gr pulut hitam. Cuci bersih.
2 liter air untuk merebus. Bisa ditambah jika dirasa kurang.
300 gr gula pasir
2 lembar daun pandan
Bahan kuah santan
1 butir kelapa dijadikan 1 liter santan.
1 sdt garam
1 lembar daun pandan
Caranya:
1. Masukan pulut hitam, daun pandan dan air ke dalam panci. Gunakan panci yang agak besar karena jika matang pulut akan mengembang 2 kali lipat dari semula. Rebus pulut bersama air hingga mendidih. Sesekali diaduk agar tidak lengket dan gosong di dasar panci. Gunakan api sedang. Masak terus hingga pulut hitam empuk. Bisa ditambahkan air jika air hampir habis sementara pulut belum empuk.
2. Jika pulut sudah empuk dan air tinggal sedikit masukan gula pasir. Aduk perlahan. Aduk hingga gula larut. Angkat
3. Kuah santan: rebus santan bersama garam dan daun pandan hingga mendidih, sambil diaduk agar santan tidak pecah. Koreksi rasa. (Aku suka kuah santan yang agak sedikit asin agar klop dengan pulut yang manis.)
Cara penyajian:
Tuang rebusan pulut di piring, lalu tambahkan kuah santan.
Siap dinikmati.
Selamat mencoba. Semoga bermanfaat
Wassalam
Langganan:
Postingan (Atom)























